Berita  

Ternyata Peta Dunia yang Kita Pakai Selama Ini Salah

Ternyata Peta Dunia yang Kita Pakai Selama Ini Salah
Ternyata Peta Dunia yang Kita Pakai Selama Ini Salah

KECEHINTECH – Pada pelajaran geografi kita akan mendapat gambaran berbagai negara di dunia melalui sebuah peta, tapi bagaimana jika yang kita yakini selama ini ternyata salah, faktanya setiap peta dunia yang pernah dibuat oleh manusia pasti salah sebenarnya tidak mungkin membuat peta dunia 100 % akurat, terutama mengingat bagaimana kota tersebut diproyeksikan dari bentuk yang diyakini bulat lonjong, logika yang bisa digunakan adalah ketika kalian mengupas kulit jeruk dan mencoba meratakan kulit tersebut maka tentu saja itu akan sobek lalu seperti apakah kekeliruan dalam pembuatan peta dunia selama ini.

Nah berikut akan memberikan penjelasan serta menunjukkan buktinya untuk kita semua, di masa lalu para penjelajah memanfaatkan peta sebagai navigasi, karena itu dipikirkan lah cara agar navigator bisa melakukan perjalanan garis lurus dan mengetahui letak negara. Pada tahun 1569 kartografi Premis Gerard US mereka thour menjelaskan masalah ini dengan menciptakan peta dunia yang proporsional di mana rutin navigasi yang semula melengkung dibuat lurus serta melewati setiap garis bujur pada sudut yang sama, sehingga acara ini memungkinkan navigator untuk menetapkan arah yang konstan dengan kata lain perjalanan dapat dilakukan dalam satu arah untuk seluruh perjalanan.

Hanya saja ketika menerjemahkan bentuk tiga dimensi seperti bola dunia ke dalam proyeksi dua dimensi sesuatu harus dilakukan untuk mengungkap detailnya, oleh sebab itu ia harus mengubah masa daratan dan badan air sehingga yang terjauh dari katulistiwa menjadi lebih besar dan yang paling dekat dengan khatulistiwa menyusut, dalam artian hal tersebut mendistorsi ukuran dan jarak saat kita mendekat ke arah dua kutub dampaknya tentu saja peta setiap negara yang ada di peta dunia menjadi terdistorsi dari bentuk dan ukuran sebenarnya.

Pada dasarnya ada banyak sistem proyeksi untuk menggambarkan bentuk permukaan bumi menjadi sebuah peta untuh, namun yang paling terkenal adalah proyeksi mereka tertarik terlepas dari ketidakakuratan ya pertama kantor sangat berguna, bahkan masih banyak digunakan sampai sekarang termasuk pada peta online, jika tidak percaya silakan membuka google maps untuk melihat bagaimana kekeliruan itu terlihat, sekarang cobalah untuk menguji zoom out ke titik maksimal lalu arahkan ke Greenland pulau yang berada di samudera arktik dan bertetangga dengan Islandia serta Kanada.

Pada google maps Greenland tampak sangat besar memiliki luas setara dengan seluruh penjuru Afrika hingga membuatnya lebih cocok disebut benua, alih-alih pulau padahal luas glenn hanya sebesar 2,16 juta kilometer persegi, sementara Afrika adalah 30,37 juta kilometer persegi dalam artian proyeksi mereka tol menggambarkan Greenland dan Afrika berukuran kira-kira sama, namun kenyataannya Afrika 14 kali lebih besar faktanya greenland memiliki ukuran yang mirip dengan kongo sebuah jeep animasi yang dibuat oleh pengguna kredit ini.

Baca Juga :   Beginilah Kehidupan Menyedihkan Tunawisma di Negeri PamanSam

juga memperlihatkan Greenland yang sebenarnya tampak menyusut jauh ke bawah dengan Benua Afrika mengambil posisi yang jauh lebih menonjol dalam peta baru yang berskala besar keilmuan data clean di met office Inggris tersebut memperlihatkan negara-negara skandinavia tidak lagi membayangi tetangga mereka di Eropa dan Kanada mengempis dengan ukuran yang mirip dengan Amerika Serikat.

Kekeliruan pernah tidak hanya berhenti sampai di situ hampir semua peta dunia yang tersedia saat ini entah cetak ataupun digital ukuran kanada dan rusia terlalu luas yang Kanada dan Rusia tampaknya menempati sekitar 25% dari permukaan bumi secara visual, meski kenyataannya mereka hanya menempati lima persen saja, di mana secara tidak sengaja pertama kantor juga memperbesar ukuran Eropa dan Amerika Utara, padahal andai peta Indonesia ditempatkan di koordinat yang ditempati Kanada dan Rusia jarak sabang sampai merauke sama panjangnya dengan kanada dan sedikit lebih pendek ketimbang rusia dari ujung ke ujung.

Seandainya peta Indonesia ditaruh di wilayah Greenland, Indonesia akan menjadi jembatan penghubung Amerika Utara dan Eropa menyusutnya Kanada, Rusia serta Amerika Serikat dari ukuran sebenarnya menghasilkan jarak, sehingga laut muncul di tempat yang tidak ada sebelumnya, sementara itu daratan raksasa Afrika dan Amerika Selatan tetap kurang lebih sama australia yang merupakan negara terbesar keenam di planet ini berdasarkan ukuran setelah Rusia, Kanada, Tiongkok, AS, dan berhasil juga tetap konsisten di seluruh animasi.

Meski demikian Australia yang terlihat sangat luas sebagai sebuah Benua ternyata tidak lebih besar dari negara – negara Amerika Serikat, di mana luas Benua Australia relatif sama seperti negara AS bahkan AS hanya memiliki luas 75 persen dari lebar benua Afrika.

Bergeser ke Eropa salah satu negara yang paling terlihat adalah Perancis tapi luas negara tersebut menjadi lebih kecil ketika diletakkan di peta Afrika, sementara Swedia negara yang berada di daerah lebih tinggi dari wilayah subtropis akan terlihat besar di peta, kenyataannya halus negara tersebut hanya seukuran negara Madagaskar yang berada di kepulauan, selain itu berhasil tidak begitu mengesankan di banyak kota tetapi kenyataannya negara ini lebih besar dari seluruh Amerika Serikat yang berdekatan dan hampir sebesar Kanada.

Demikian juga alaska yang merupakan raksasa di peta Amerika Utara yang direpresentasikan sekitar tiga kali besar dari Meksiko padahal sebenarnya Meksiko sekitar 1,3 kali lebih besar ya ukuran sebenarnya sedikit lebih kecil dari Libya, melihat kembali peta konvensional yang biasa tergantung di dinding kelas mungkin pikiran kita tentang Swedia yang setidaknya tiga kali lebih besar dari Spanyol pernah muncul, kenyataannya Spanyol lebih besar dari Swedia kemudian Finlandia terkesan lebih besar dari Jerman, namun faktanya jerman sedikit lebih besar dari Finlandia.

Baca Juga :   Panduan Menggunakan SEO untuk Meningkatkan Traffic Blog

Hal tersebut lantaran Finlandia lebih dekat ke kutub utara dan sebagaimana proyeksi mereka tawaran bekerja negara-negara yang lebih dekat ke kutub terlihat lebih besar, selain itu Inggris dan Thailand berukuran hampir sama dengan inggris yang mungkin terlihat sedikit lebih besar, kenyataannya Thailand dua kali lebih besar dari Inggris, bahkan negara ini tidak lebih besar dibanding Pulau Sumatra, untuk membandingkan lebih jauh ukuran pertama ketemu dengan yang sebenarnya kita dapat melakukan sendiri.

Lalu bagaimana dengan indonesia sebagai negara terbesar ke-13 dengan 21,9 juta kilometer persegi Indonesia terkesan biasa-biasa saja pada peta, tapi perhatikan perubahannya jika posisinya ditarik ke garis lintang Tiongkok yang kemudian terkesan lebih besar lagi jika ditarik lagi ke garis lintang Rusia, fakta lain yang tidak boleh kita lewatkan adalah selain ukuran yang keliru ternyata ada pula kesalahan geografis pada peta yang kita kenal selama ini.

Merujuk pada makalah yang ditulis seorang profesor geografi di central michigan university tahun 1942 orang Amerika Utara cenderung menganggap Afrika sebagai tempat yang hampir seluruhnya terletak di belahan bumi selatan mirip dengan Amerika Selatan, namun kenyataannya sekitar dua per tiga wilayah Afrika berada di utara katulistiwa, selain itu Afrika sebenarnya memanjang ke utara hingga kira kira sama dengan garis lintang novel demikian yang dikutip national geographic melalui makalah tersebut eropa juga sering ditempatkan lebih jauh ke selatan daripada yang sebenarnya muncul langsung di seberang atlantik dari Amerika Serikat yang berdekatan.

Namun sebenarnya garis itu lebih baik dibanding Kanada kemudian Paris lebih jauh ke utara daripada, namun real barcelona berada pada garis lintang yang sama dengan chicago dan Indonesia sejajar dengan online oleh gone, tidak ada yang salah dengan proyeksi mereka tahu yang digunakan selama ini, sebab semakin mendekati kutub bentuk sebuah negara di peta memang akan melar dan terlihat semakin luas, lagi pula jika dilihat kembali memang tidak ada proyeksi peta dunia yang cukup sempurna sebagaimana setiap proyeksi tetap menghasilkan sejumlah distorsi meskipun menghasilkan gambaran yang proporsional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *