Berita  

PEMERINTAH INDONESIA TAK BERDAYA? Ini Rentetan Aksi Hacker BJORKA yang Lagi Viral

Nine Cybersecurity Strategies for Manufacturers
Nine Cybersecurity Strategies for Manufacturers (Pinterest)

KECEHINTECH – Akun anonim Bjorka berhasil menarik perhatian warganet dalam rentang waktu sebulan terakhir. Bagaimana tidak, namanya melejit pasca mengunggah data registrasi SIM card hingga surat untuk Presiden. Terbaru, ia bahkan memberi isyarat untuk membocorkan informasi terkait pembunuh Munir yang sebenarnya. Benarkah kehadiran Bjorka membuat pemerintah Indonesia ketar ketir? Demi membuktikan itu, data fakta hadir melalui rentetan sepak terjang Bjorka dalam aksinya membocorkan sejumlah data, seperti terangkum lewat daftar berikut!.

Data pelanggan indihome sebenarnya sudah terjadi jauh-jauh hari pertama melibatkan data pelanggan Tokopedia pembubaran tersebut terjadi pada April 2020 lewat data berukuran 11 gigabyte kompres dan 24 Gigabyte kompres ID password email dan nomor telepon 270 juta 900 4989 data pengguna media sosial tersebut dilakukan pada Juni 2020.

Dengan isi yang paspor seharian sama 26 juta 26 juta data pelanggan indihome emangnya gender iP address situs apa saja situs apa saja yang dikunjungi begitu telepon tetap meyakini tidak ada kebocoran data pelanggan indihome Telkom Andi Setiawan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 24 Agustus lalu menyebut bahwa investigasi menyeluruh telah dilakukan Dan tidak ada kebocoran data.

Data registrasi kartu prabayar indihome unsur tersebut diketahui mengubah 1,3 miliar data registrasi sim card yang diklaimnya sebagai hasil dari pembobolan data Kementerian komunikasi dan Informatika atau kominfo isinya sendiri berupa nomor telepon provider nya Hingga tanggal registrasi 1,3 miliar data registrasi kartu prabayar tersebut berkapasitas 87 Gigabyte oleh sosiasi Asia freedom of expression Network.

Proses ini disebut sebagai kasus kebocoran data terbesar di Asia namun Sangat disayangkan sebab kominfo dukcapil dan operator telekomunikasi saling lempar tanggung jawab setelah kebocoran data terjadi bahkan meminta agar masyarakat menjaga data pribadi masing-masing dan mengganti passwordnya secara berkala, terlihat jelas Bagaimana sejumlah lembaga negara Kian kebakaran jenggot.

Pada 5 September lalu Direktorat Jenderal aplikasi Informatika atau Dirjen aptika semuel abrijani pangerapan melontarkan pendapat agar penyerang berhenti karena akan merugikan masyarakat namun dibalik dengan memberi peringatan kepada pemerintah Indonesia agar berhenti menjadi orang bodoh.

Baca Juga :   Ini Sejarah dan Fakta Mencengangkan Negara Mali

Rasa capek berhenti Indonesia kembali hadir dengan membocorkan 105.000.000 data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU pada 6 September lalu isinya berupa nomor kartu keluarga hingga nama lengkap.

Communication and Information System security mengatakan data tersebut sudah dicek dan hasilnya kepada ia menyebutkan perlunya pengecekan lebih mendalam untuk mengetahui asal kebocoran data sebagaimana diketahui memiliki 105, 3,428 juta data untuk dijual harga 5.000$.

Pemilik berbagai provinsi berbagai provinsi tersebut termuat dalam kapasitas kapasitas 75 m dari dicantumkan dengan judul Indonesia citizenship database from 105mb tak lupa juga ikut sertakan di sana namun komisioner KPU dalam keterangannya pada 7 September 2022 tersebut berasal dari instansi nya menurutnya KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen basah di forum Underground tersebut dan menyatakan bahwa data yang dimaksud bukan bersumber dari KPU.

Hacker BJORKA
Profile Hacker BJORKA

Dokumen rahasia Presiden RI

Kasus dugaan peretasan data selanjutnya bikin heboh kali ini dokumen milik Presiden Joko Widodo periode 2019 sampai 2021 pada 9 September telah menunjang 679.180 dokumen, dengan kondisi terkompres pretest itu bahkan melampirkan beberapa sampel dokumen berjudul Surat rahasia kepada presiden dalam amplop tertutup atau gladi bersih dan pelaksanaan upacara bendera pada peringatan HUT ke 74 proklamasi kemerdekaan RI tahun 2019.

Karena itu pemerintah Indonesia didesak segera membentuk tim gugus tugas untuk menyelidiki maraknya dugaan kebocoran data oleh para tas mengingat dari 10 kasus dugaan perkosaan yang terjadi sejak awal Tahun 2022 sampai sekarang pemerintah hanya mengeluarkan pernyataan bantahan tanpa ada analisis dan penjelasan yang konferensi.

Demikian kata pakar digital forensik ruby Alamsyah kepada Bibi si pada 11 September kemarin kemudian ia menambahkan bahwa di situs tersebut masih sebatas Tabel data berupa pencatatan administrasi rasi surat-menyurat dan tidak terdapat isi surat atau dokumen itu wawan Purwanto iya juga menjamin maupun dokumen lembaganya aman terkendali.

Menkominfo Johnny G plate menteri komunikasi dan Informatika atau menkominfo akan mendapat ucapan selamat ulang tahun Pada 10 September kemarin nomor telepon berapa yang baru subscene alamat dan lain-lain tersebut lewat grup telegram informasi pribadi seseorang tanpa izin melalui internet.

Baca Juga :   Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Dimana ini termasuk pelanggaran privasi cara membagikan data pribadi orang lain munculkan sebuah pertanyaan Seperti apa sebenarnya terkait hal ini percakapan diberi sport yang menyiratkan ia sengaja melakukannya membuat pemerintah dan dan tidak libur akhir pekan selain itu juga cukup aktif mengunggah beberapa postingan termasuk menceritakan alasan aksinya tersebut dalam akun twitternya.

Bongkar nama pembunuh Munir di twitter pada minggu 11 September 2022 sore itu terjadi biarkan menjadi trending topic Twitter di Pagi harinya karena mengklaim akan mengungkap dalang pembunuh Munir kasus pembunuhan Munir yang hingga saat ini masih meninggalkan misteri itu akhirnya kembali menyita perhatian warganet.

Bahkan unggahan yang dimaksud dikomentari lebih dari 1000 warga dibagikan oleh 14600 akun dan disukai 26.400 pengguna diketahui membongkar nama nomor telepon email atau vaksin otak pembunuh Munir menyebut namamu di Purwa pranjono sebagai dalang di balik kasus tersebut data pribadi muchdi PR disertai kisah kronologi pembunuhan Munir ularnya sudah pernah dibuka di dalam pengadilan warganya terbagi ke dalam dua kubu yakni pihak pro dan kontra.

Kalau kalian ada di tubuh mana yang tiba-tiba dan sejumlah pejabat tinggi di Twitter Kementerian kominfo Samuel abrijani pangerapan ketua DPR Puan Maharani sampai menteri BUMN Erick Thohir Denny Siregar pun tak luput dicolek meski begitu Sejumlah warga Apa yang akan terjadi sementara sisanya mengaku tidak setuju karena tindakan menjual data adalah ilegal Bagaimana pandangan kalian?.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *