Berita  

Inilah Penampakan Samudera Baru Yang Akan Lahir di Afrika

Inilah Penampakan Samudera Baru Yang Akan Lahir di Afrika
Inilah Penampakan Samudera Baru Yang Akan Lahir di Afrika (Youtube)

KECEHINTECH – Tidak semua orang berkesempatan mengunjungi banyak tempat di kalaupun dia tidak ada jaminan untuk memahami situasi permukaan bumi secara keseluruhan, karena itu kita mengenal teknologi peta yang akan menjelaskan banyak hal terutama lewat perbedaan warna untuk mengidentifikasi medannya, nah zat mengidentifikasi warna itulah kalian akan menyadari warna biru menjadi yang dominan dalam peta mengingat sekitar 72% permukaan bumi tertutup air dengan lautan yang menampung 96,5% dari seluruh dunia, adapun pembahasan berikut akan membawa kita pada informasi seputar samudra yang akan muncul di Afrika, sekaligus memperlihatkan permukaan air mukamu ini tidak pernah benar benar selesai jika harus diulas hingga tuntas.

Munculnya samudra keenam, sejak mulai membuat peta pada tahun 1915 national geographic telah mengenali empat samudera, di antaranya samudra atlantik pasifik india dan arctic, namun mulai tanggal 8 Juni 2021 tepat pada hari laut sedunia nasional, di grafik secara resmi atau official telah mengakui samudera selatan sebagai samudra kelima di dunia, namun bukan alam namanya jika tidak memberi banyak pekerjaan pada para ahli dan ilmuwan sebab belakangan ini kehadiran samudra keenam yang sedang dibicarakan.

Untuk lebih jelasnya pembahasan berikut akan membawa kita ke salah satu tempat terpanas di bumi di Afrika tepatnya di sepanjang bentangan kering wilayah alphard Afrika timur, yang di sinilah para ilmuwan menyadari kemungkinan benua Afrika terbelah hal tersebut dipicu oleh adanya aktivitas tidak biasa saat tiga lempeng tektonik yang mengupas sangat lambat adapun proses yang dimaksud merupakan hasil dari pergerakan lempeng somalia di bawahnya lokasi ini menjauh dari lempeng lobian tetangganya.

Sebagaimana diketahui lempeng harap telah bergerak menjauh dan terpisah dari Afrika di mana proses tersebut menciptakan laut merah dan teluk aden antara tanah yang sebelumnya terhubung laut merah dan teluk aden diyakini muncul sebagai hasil dari proses geologis yang telah berlangsung selama 30 juta tahun terakhir, namun perairan ini bisa segera bergabung menjadi samudra baru saat benua terpanas di dunia itu terbelah sekarang perpecahan di sepanjang lembah rif afrika timur yang membentang melalui ethiopia dan kenya juga akan membentuk kembali peta dunia dalam beberapa juta tahun ke depan.

Butuh waktu jutaan tahun proses geologi kompleks yang pada akhirnya memisahkan Afrika menjadi dua diperkirakan akan terjadi dalam lima hingga sepuluh juta tahun, setelah diidentifikasi dalam rentang waktu tersebut para ahli memperkirakan akan tercipta samudera baru di sepanjang lembah rif Afrika timur, teluk aden dan laut merah, kemudian akan membanjiri wilayah arfan untuk selanjutnya memisahkan bagian Afrika timur menjadi bunda kecil sendirian, adapun bukti paling jelas saat ini bisa ditemukan pada rekahan bumi sepanjang 60 kilometer kawasan apar sebuah daerah terpencil ethiopia pada tahun 2005 rekahan tersebut diketahui menganga dengan lebar delapan meter hanya dalam waktu sepuluh hari, hal tersebut terjadi lantaran batuan yang berasal dari pusat buni menyembur ke permukaan.

Baca Juga :   Tempat Terpadat di Bumi Jadi Sarang Penjahat Kelas Dunia

Perkembangan retakan ini cukup mengejutkan karena secara teori retakan selebar itu normalnya baru bisa tercapai dan 230 tahun, selain itu erupsi yang terjadi di bawah tanah masih terus berlangsung pada akhirnya kita dapat menyebut bahwa nantinya wilayah Ethiopia, Somalia akan terpisah dari benua Afrika ketika dua wilayah terpisah akan terbentuk selat yang kemudian berkembang menjadi laut, dan pada akhirnya samudra salah seorang anggota tim peneliti doktor James Aman, dalam rilis bps menyebut sebagian dari avatar berada di bawah permukaan laut dan lautan hanya terpisah oleh daratan selebar 20 meter saja.

Peneliti dari universitas pistol itu juga memaparkan bila rekahan yang dimaksud makin besar maka air laut akan masuk dan terciptalah lautan baru, ketiga menyatakan makin lebar dan air masuk semakin dalam dataran somalia dan sebagian dari kawasan selatan itu pia akhirnya terpisah menjadi pulau baru, laboratorium-nya para ilmuan retakan serta aktivitas gunung berapi yang kadang kadang terjadi di kawasan tersebut membuat perkembangan mendalam ini tampaknya cukup terlihat bahkan bagi orang awam, dapat dikatakan bila pers ini terus berlanjut maka benua Afrika akan menjadi lebih kecil dan akan tercipta pulau yang sangat besar di samudera hindia.

Mungkin ada beberapa di antara kita yang merasa takut dan melihatnya sebagai bencana alam, namun di sisi lain ini membuat para ilmuwan sangat bersemangat, bagaimana tidak kawasan Afrika timur ini mau tidak mau telah menjadi tempat yang unik layaknya laboratorium, di mana para peneliti dapat mempelajari proses tektonik selama jutaan tahun mendatang, sebagaimana mahasiswa doktoral di universitas leeds Inggris christopher more menyebut bahwa kawasan tersebut merupakan satu-satunya tempat di bumi di mana para peneliti dapat mempelajari bagaimana keretakan benua menjadi keretakan samudra.

Para periset bahkan mengatakan betapa beruntungnya mereka karena berkesempatan menyaksikan kelahiran lautan baru mengingat proses tersebut lazimnya tersembunyi di bawah laut, mereka juga meyakini bahwa informasi yang didapat dari pengamatan pembentukan bumi ini nantinya akan membantu para ilmuwan untuk lebih baik lagi memahami bencana alam seperti gempa dan letusan gunung berapi, prediksi lebih lanjut, melalui pengukuran gps peneliti kemudian menemukan cara untuk mengukur laju pergerakan hingga beberapa milimeter per tahun.

Baca Juga :   Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Sebenarnya sudah sejak lama pecahnya benua afrika diprediksi oleh para ahli geologi di mana pecahnya benua menjadi beberapa blok tektonik tersebut didasarkan pada kelanjutan dari benua super penginnya yang terpecah sekitar 200 juta tahun yang lalu, sekadar mengingatkan saat itu semua benua di dunia dikatakan terkunci dalam satu daratan raksasa yang disebut panitia, namun seiring berjalannya waktu benua super itu retak kemudian membelah menjadi benua seperti yang kita kenal sekarang kembali ke afrika di penghujung tahun 2020 salah seorang peneliti bernama stance melalui laman express uk mengatakan laju perluasan lebih cepat di utara.

Sehingga kita akan melihat lautan baru terbentuk di sana lebih dahulu, mereka kemudian memetakan di mana perluasan terjadi dan menemukan bahwa pecahan benua jauh lebih kompleks dan tersebar luas daripada yang diperkirakan sebelumnya, sistem celah Afrika timur membentang lebih dari 3.000 kilometer dari teluk aden antara Yaman dan Somalia serta keselamatan menuju zimbabwe, namun dalam salah satu wilayah para peneliti menemukan perluasan sepanjang 600 kilometer dari Afrika timur hingga beberapa bagian Madagaskar,
penemuan tersebut sekaligus menunjukkan pulau pulau tersebut secara aktif hancur dengan Madagaskar selatan bergerak di satu lempeng tektonik.

Sementara madagaskar tengah bergerak di lempeng terpisah sementara itu peneliti postdoctoral di royal holloway university of london bernama lusa perez diaz menulis bahwa peristiwa dramatis seperti patahan yang membelah jalan raya secara tiba tiba dapat memberikan rasa urgensi pada pecahan benua, ketika menulis pada tahun 2018, ia juga menekankan buat lifting adalah proses yang sangat lambat dalam prosesnya sebagian besar akan membelah Afrika tanpa ada yang menyadarinya, terakhir sangat tidak mungkin salah satu dari kita akan menyaksikan samudra keenam terbentuk namun kita cukup beruntung karena para ilmuan mau berbagi pengetahuan yang mungkin saja menarik bagi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *