BEGINILAH 5 TOKOH PKI YANG MENGALAMI AKHIR HIDUP TRAGIS

BEGINILAH 5 TOKOH PKI YANG MENGALAMI AKHIR HIDUP TRAGIS
BEGINILAH 5 TOKOH PKI YANG MENGALAMI AKHIR HIDUP TRAGIS (Pinterest)

KECEHINTECH – Kejadian kelam pada 30 September 1965 menimbulkan catatan hitam dalam perjalanan panjang negara yang ketika itu baru menginjak usia 20 tahun Partai Komunis Indonesia, dituduh menjadi dalang dibalik tragedi tersebut, setelah kejadian itu nasib para petinggi partai merah ini pun terancam beberapa dari mereka harus meregang nyawa, ditembus peluru dan ada pula yang tidak diketahui kuburannya demi menjawab rasa penasaran itu berikut data fakta akan menyajikan kisah lima tokoh Komunis Indonesia yang hidupnya berakhir tragis.

Dipa Nusantara Aidit atau yang lebih dikenal dengan nama dinamit merupakan salah satu sosok yang paling berpengaruh sebagai Ketua Komite Sentral PKI sebagai pemimpin Partai Komunis Indonesia daerah tentunya tidak luput dari incaran dan pembantaian pasca peristiwa G30S PKI gagal, setelah melakukan pemberontakan dengan membunuh para Jenderal langsung melarikan diri dan sempat bersembunyi di beberapa tempat. Namun dia berhasil dibekuk di daerah tasiun Solo Balapan.

Saat itu Aidit bersembunyi dalam sebuah ruangan yang ditutupi lemari setelah itu langsung dibawa ke markas Angkatan Darat di sana ini sempat meminta agar dipertemukan dengan Soekarno untuk membuat pengakuan G30S namun permintaan itu ditolak oleh Komandan Brigade Mayor Jenderal Yasir hadibroto dan memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari sumur tua, guna melancarkan sumur tua yang diminta Aidit dibawa oleh Jumlah regu tembak ke lokasi sumur tua yang terletak di tengah kebun pisang yang sangat lebat dan jauh dari pemukiman penduduk.

Merasa ajalnya sudah dekat ID mengajukan permintaan terakhirnya untuk berpidato pendengar pidato tersebut Kolonel Yasir dan anak buahnya naik pitam dan langsung menembakkan edit dengan peluru senjata ak-47 hingga darahnya berubah Ia pun jatuh tersungkur berlumuran darah masuk ke dalam sumur di atas jenazahnya para tentara menindihnya dengan sejumlah barang rusak kayu kayu kering dan tanah lalu membakarnya Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jejak beberapa pihak tempat mencari Keberadaan Mahkamah namun tidak terus.

Musuh-musuh merupakan tokoh pemberontakan PKI Madiun pada 18 September 1948 Selain itu dia juga merupakan tokoh PKI yang memproklamasikan negara Republik Soviet Indonesia. Republik Soviet Indonesia rupanya tidak berumur panjang Karena ditumpas oleh pasukan TNI yang dikomandoi oleh kolonel Sungkono setelah peristiwa tersebut melarikan diri karena merasa telah diincar oleh pasukan TNI.

Untuk mendapat hukuman keberadaan musuh berhasil terus Pada 31 Oktober 1948 di Desa Balong setelah menyamar menjadi rakyat biasa hal itu musuh yang segera ingin melarikan diri sejauh-jauhnya diberhentikan oleh petugas yang curiga terhadap penampilannya, ketika barang bawaannya diperiksa musuh merampas pistol penjaga untuk menembak si pemeriksa kemudian kabur menggunakan dokar yang pasukan TNI yang melihat langsung mengejar musuh.

Baca Juga :   Surga Dunia! Ini Sejarah dan Fakta Menakjubkan Negara Palau

Namun gagal kemudian kembali berhasil melarikan diri ke sebuah desa bernama semanding Jawa Timur tidak lama pasukan TNI yang dipimpin oleh Kapten Sumadi datang dan ikut mengejar musuh musuh tetapi tidak menyerah ia bahkan sampai masuk bersembunyi di kamar mandi warga Setelah Musa dikepung, ia kemudian diminta untuk menyerah dan menyerahkan diri tapi karena tak juga ada tanda-tanda tentang Gembong PKI itu mau menyerah tentara pengejar pun jengkel dan menembak kamar mandi secara brutal setelah tembakan rendah Muso didapati telah bersimbah darah setelah itu pasukan Kapten Sumadi membawa mayat musuh ke alun-alun Ponorogo di sana mayat muslim sempat dipertontonkan untuk kemudian dibakar dan abunya dibiarkan berserakan di abu-abu.

Amir Syarifudin tokoh ini merupakan pejuang dan sosok penting dalam sejarah Indonesia namanya bahkan bersanding dengan tokoh-tokoh hebat Indonesia seperti Soekarno dan Sutan Syahrir sebelum prahara 1948 di Madiun yang membuatnya terpinggirkan. Namun karena Amir memilih Simpang ciri petualangan politik akhirnya membawa Amir Syarifuddin ke lubang penderitaan.

Pada saat itu Amir Syarifuddin hampir menjadi negosiator utama Republik Indonesia Namun ternyata isi Perjanjian Renville tidak menguntungkan Indonesia Belanda hanya mengakui Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera karena perjanjian Renville tidak menguntungkan negara, akhirnya Amir mendapat pecahan dan kecaman dari berbagai pihak dan membuat kabinetnya jatuh mendapat perlakuan yang tidak baik dari banyak orang kemudian memutuskan untuk indonesia pada tanggal 19 September.

Saat mandiri beserta para anggota PPKI lainnya ke dalam hutan dan hidup berkelana selama berbulan-bulan Setelah sekian lama akhirnya Amir ditemukan dan ditangkap di hutan kawasan Purwodadi oleh pasukan TNI, dalam keadaan lusuh dan sakit-sakitan ia kemudian dibawa ke Yogyakarta 19 September 1948, persamaan dengan agresi militer 2 Amir kemudian ditembak mati bersama para pemberontak Madiun yang tertangkap sebelum menemui ajalnya Amir Syarifuddin sempat nyanyikan lagu internasional yang merupakan lagu komunis dan juga menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum peluru Polisi Militer mengakhiri hidupnya.

Baca Juga :   Inilah Sejarah dan Fakta Mengejutkan Negara Bangladesh

Njoto sebutkan wakil ketua dua komite Sentral PKI selain itu juga rupanya kesayangan Soekarno bahkan sahabatnya Aidit menganggapnya lebih Soekarno is daripada komunis namun juga adalah salah satu tokoh PKI yang hidupnya berakhir tragis, juga pernah menjadi menteri Kabinet Dwikora mewakili PKI Dia seorang yang berbakat di bidang seni dan politikus yang cerdas, tidak heran jika dia menjadi salah satu orang yang dipercaya Soekarno untuk menulis pidato kenegaraan yang akan dibacakan oleh Soekarno sendiri.

Menjelang tahun 1965 isu berembus diisukan berselingkuh dengan seorang perempuan berusia sabar ini Akhirnya sampai di tengah ID dan memutuskan akan mengecat motor menjelang G30S Njoto sudah tidak lagi diajak rapat oleh pemimpin tertinggi PKI, kematian terhadap ataupun menjadi simpang siur dikabarkan bahwa tanggal 16 desember 1965 mengikuti sidang kabinet di dicegat oleh sekelompok anggota TNI dipukuli dan dibawa pergi oleh tentara kabar lain mengatakan bahwa atau langsung ditembak mati di tempat ia tembak lebih tragis sampai sekarang jasadnya tidak diketahui.

MH Lukman central komite PKI ini juga bernasib tragis Muhammad Hatta Luqman merupakan tokoh PKI yang namanya beredar dan terdaftar dalam persamaan Elco dan audit yang artinya Tiga Pemimpin PKI, Lukman memilih komunis sebagai jalan hidup setelah pemberontakan Madiun 1948 para ini langsung melejit mengambil alih kepemimpinan dari para komunis tua pada pemerintahan Lukman sempat menjabat sebagai wakil ketua DPRD yang tidak banyak data dan informasi tentang kematian Lukman saat itu.

Beberapa hari setelah Gerakan 30 September gagal Lukman ditangkap di Jakarta saat sedang berkendara bersama sopirnya dan ditembak mati oleh para anggota TNI, eksekusi mati yang tidak diketahui oleh keluarganya saat sedang mencari tahu keberadaan Lukman keluarganya menerima Sepasang Sepatu, yang terakhir kali Lukman pakai kedua sahabatnya sampai saat ini kuburan Lukman pun tidak diketahui keberadaannya bagaimana tanggapan kalian apakah kalian merasa ada ketidakadilan dalam proses eksekusi mereka atau kalian merasa bahwa mereka pantas mendapat hukuman seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *